August 2017

Iqbaal CJR dan Vanesha Prescilla akan berperan sebagai Dilan dan Milea

Sepotong kalimat yang mungkin kalian ingat dari novel laris karya Pidi Baiq, Dia Adalah Dilanku tahun 1990 ini akan segera menjadi kanyataan. Jika selama ini kalian hanya bisa menikmati ketiga seri dalam tulisan, sebentar lagi film Dilan akan segera di rilis. Para fans dari pasangan Dilan dan Milea juga sangat penasaran siapa sajakah artis yang akan menjalankan peran 2 tokoh idola mereka tersebut.

Proses syuting yang sedang dimulai setelah lebaran, semakin membuat banyak orang cukup antusias mengetahui sosok Dilan. Fajar Bustomi yang mendapatkan kepercayaan menduduki kursi sutradara untuk film ini melalui Falcon Pictures sudh melakukan proses casting togel singapura hingga reading. Ada beberapa nama telah menjadi pilihan hingga akhirnya dialah  yang paling cocok menjalankan peran Dilan. Iqbaal CJR, aktris muda berusia 18 tahun ini dipercaya menjalankan peran Dilan. Akan  seperti apa akting Iqbaal nanti?

Akhirnya Iqbaal CJR dan Vanesha Prescilla akan berperan sebagai Dilan dan Milea

Setelah melakukan proses yang cukup panjang, nama Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan dirasa paling cocok menjadi sosok Dilan. Dilan sendiri merupakan murid kelas 2 SMA yang tergabung dalam anak geng motor di daerah bandung. Dilan dikenal sebagai sosok  cowok nakal yang suka berantem dan sedikit absurd.  Namun walaupun mempunyai karakter yang buruk.

Dilan tipe orang yang tidak suka basa-basi, mampu mengeluarkan apapun yang ada dalam pikirannya, dan punya keyakinan kalau dirinya bisa bertanggung jawab atas hal tersebut. Kira-kira akan seperti apa ya akting Iqbaal jadi anak motor dalam film ini nanti? Sedangkan Vanesha Prescilla akan berperan sebagai Milea. Adik dari artis cantik Sisi Priscillia akan memerankah Milea bersama Iqbaal.

Vanesha yang masih berumur 17 tahun ini mulai menitik karir ketika mengikuti ajang pemilihan Gadis Sampul pada tahun 2014. Walaupun dirinya tidak menjadi pemenang, namun karirnya di dunia hiburan tetap melesat. Vanesha diketahui sudah menjadi bintang iklan untuk beberapa produk dan model video klip. Namanya saat ini semakin dicari-cari oleh netizen karena dirinya dipilih langsung oleh Pidi Baiq untuk memerankan tokoh Milea.

Beberapa fakta unik dari film Dilan 1990

Ternyata tokoh Dilan dan Milea nyata, bukan hanya karangan

Banyak pertanyaan apakah tokoh yang bernama Dilan dan Milea itu benar nyata? Sang penulis yakni Pidi Baiq mengungkapkan jika mereka berdua memang benar ada. Dilan masih tinggal di Bandung sedangkan Milea kini sudah bekerja di Jakarta. Iya, beneran ada. Gini, saya tuh kalo ngarang suka bingung ngomong apa. Jadi kalo ada kejadian secara nyata, itu sedikit mempermudah. Makanya ya, karena ini kisah nyata, konfliknya juga tidak terlalu dramatis seperti sinetron, tidak terlalu film, konfliknya juga cuma apa sih, alurnya biasa-biasa aja ?, ungkap Pidi Baiq.

Berlatar belakang Kota Bandung pada tahun 90an

Cerita ini mengisahkan cerita cinta dua orang remaja yang tinggal di Kota Bandung pada tahun 1990 ini memang membutuhkan banyak informasi dari berbagai narasumber. Kalian ingat adegan tempat Milea bertemu dengan Dilan bersama geng motornya? Pidi Baiq harus mencari  minimarket yang dulu eksis di kota bandung tersebut. Dan masih banyak hal yang harus ditemukan lebih jauh demi memperoleh sebuah cerita yang cukup detail dan terlihat nyata.

Terdapat beberapa pemeran lainnya yang akan ada dalam film  Dilan 1990

Film yang diangkat dari sebuah novel karya Pidi Baiq ini direncanakan akan tayang pada 22 Desember 2017 mendatang. Kalian para penggemar novel ini pasti sudah sabar  kan untuk menonton film yang keren ini? Belum  apa-apa aja saja sudah terasa banget bau-bau keromantisan dari film ini. Jangan lupa saksikan karya anak bangsa ini di biosko-bioskop kesayangan 22 desember mendatang.

Polisi Cina Ikut Memburu Lebih dari 100 ‘Penipu’ Warga Taiwan dan Cina di Indonesia

Kepolisian Cina dan juga Polri bekerjasama melakukan operasi memburu dan juga menangkap lebih dari 100 warga Cina dan juga Taiwan yang melakukan penipuan di Indonesia dengan mengaku sebagai penegak hukum.

Polri Sangkal Mereka Kecolongan

Direktorat Jenderal Imigrasi membantah bahwa pihaknya ‘kecolongan’ sehubungan dengan masuknya lebih dari 100 warga Taiwan dan Cina di Indonesia yang diduga melakukan kajahatan siber itu. dan kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno, membantah juga bahwa pihaknya ‘kecolongan’ dengan masuknya para tersangka dari Taiwan dan Cina.

“Kami bukan kecolongan, kalau kita misalnya tangkap satu atau dua orang di imigrasi, maka bisa bubar semua teman-temannya. Tindak pidana cyber crime itu kan baru bisa ditangkap kalau sudah melakukan perbuatan. Ditangkap di 3 tempat itu sebenarnya adalah bagian dari strategi dari penyidik Polri,” ungkap Agung dilansir dari BBC Indonesia.

Sebelumnya, Mabes Polri sudah bekerjasama dengan Kepolisian Cina, mereka menggelar penangkapan terhadap kurang lebih 100 warga Cina dan Taiwan yang ada di Jakarta, Bali dan Surabaya. Mereka diduga melakukan kejahatan siber.

Modus Penipuan dari Tersangkat

Di Jakarta, dilaporkan Polri dan Kepolisian Cina menangkap sebanyak 27 warga Cina dan juga Taiwan di perumahan Pondok Indah. Sementara itu di Bali, polisi berhasil membekuk sebanyak 28 orang. Dan adapun di beberapa lokasi yang ada di Surabaya, ada sebanyak 93 orang. Kepada wartawan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menyatakan bahwa para tersangka ini menghubungi calon korban di Cina dan juga Taiwan dari Indonesia dan mereka berpura-pura sebagai aparat penegak hukum yang berasal dari Cina dan juga Taiwan.

Lalu para tersangka mengatakan kepada para calon korban bahwa ia sedang diselidiki karena sebuah kasus pidana. Mereka lalu meminta sejumlah uang kepada calon korban agar kasus pidana itu dihentikan. Di Surabaya misalnya, Kepala Tim Tindak Surabaya Satgas Khusus Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo, menyatakan keuntungan dari para tersangka bisa mencapai Rp. 5,9 triliun.

Tanpa Paspor

Polri menyebutkan bahwa sebagian besar dari tersangka tak memiliki paspor. Di Surabaya, sebagai contoh, hanya 20% dari sejumlah 93 tersangka yang mempunyai paspor. Sedangkan di Jakarta, semua tersangka tak memiliki paspor. Menanggapi hal tersebut, maka Komjen Syafrudin, Wakil Kepala Polri, mengatakan adanya broker paspor yang mana juga ikut terlibat dalam sindikat ini.

“masuk ke Indonesia kan pasti pakai paspor. Para broker dan sebagainya ini dikoordinir oleh brokernya. Nah, jadi dia ke sini tidak bawa paspor,” ungkapnya. Sedangkan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, tak percaya apabila mereka tidak mempunyai paspor.

“tidak mungkin kalau mereka masuk ke sini tidak punya paspor. Mungkin mereka sengaja membuang paspornya untuk mempersulit. Nanti kalau tidak ada, kita akan minta surat perjalanan dar Dubes Cina. Kepolisian Cina kan juga ada di sini, kita akan minta mereka untuk mengawal proses hukum togel online mereka,” ujar Yasonna Laoly pada hari Senin ini (31/7).

Penangkapan terhadap warga Cina dan juga Taiwan yang mana diduga terlibat kejahatan siber sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahunn 2017, setidaknya ada 4 penggrebekan yang ujungnya adalah penangkapan sejumlah warga negara Cina dan Taiwan. Kasus ini membuka mata masyarakat dan juga polisi agar tidak lagi kecolongan atau kebobolan dengan adanya warga negara asing yang tidak memiliki paspor dan juga izin tinggal di Indonesia.